1 Desa, 1 Faskes, 1 Nakes, Solusi Ganjar-Mahfud untuk Kesehatan Merata

Redaksi

Foto: Capres 03 Ganjar Pranowo (kiri) dan Cawapres 03 Mahfud MD (kanan).
Foto: Capres 03 Ganjar Pranowo (kiri) dan Cawapres 03 Mahfud MD (kanan).

Jakarta – Dalam debat kelima pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Calon Presiden nomor urut 03, Ganjar Pranowo, menyoroti tiga pilar utama yang menjadi landasan pembangunan Indonesia, yakni kesehatan, pendidikan, dan pembangunan.

“Ada 3 strategi pembangunan yang berfokus pada aspek-aspek krusial bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam konteks kesehatan, Ganjar Pranowo bersama wakilnya, Mahfud MD, mengusung program ambisius yang diberi nama ‘1 Desa, 1 Faskes, 1 Nakes’.

Mereka berdua menyakini bahwa akses kesehatan yang merata di desa-desa dapat membawa perubahan positif signifikan dalam politik kesehatan Nasional.

“Kesehatan harus menjadi hak semua warga, termasuk ibu, anak, lansia, dan masyarakat adat. Di daerah-daerah terisolir, mereka ini membutuhkan akses kesehatan yang prima,” ujarnya, menegaskan komitmen untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang inklusif.

Setelah memastikan aspek kesehatan terpenuhi, Ganjar melanjutkan visinya dalam sektor pendidikan. Ia menekankan pentingnya membangun kebudayaan dan pendidikan bersama-sama, menciptakan akses yang lebih inklusif bagi semua lapisan masyarakat.

“Akses pendidikan yang baik, lebih inklusi. Kemudian kurikulum yang mantap, dan tentu saja fasilitas yang diberikan harus bisa memberikan akses terbaik untuk anak-anak didik kita, termasuk nasib guru dan dosen,” papar Ganjar, menyuarakan keinginannya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa visinya ini tak muncul begitu saja, melainkan berakar dari pertemuan dengan seorang warga Yogyakarta bernama Kalis. Dimana, Kalis turut meminta perhatian khusus untuk kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan, terutama perempuan dan penyandang disabilitas.

Pembangunan, sebagai pilar terakhir dalam visinya, harus berfokus pada pengembangan sumber daya manusia. Ia mengamati bahwa pembangunan sejati bukan hanya sebatas fisik, melainkan juga harus melibatkan pembentukan karakter yang baik.

“Pembangunan harus berorientasi pada sumber daya manusia, budi pekerti yang baik, sopan, toleran, tidak adigang adigung adiguna, sehingga mereka menjadi manusia yang lengkap,” tutur Ganjar, menekankan nilai-nilai kebersamaan dalam proses pembangunan.

Ganjar Pranowo juga membahas peran penting digitalisasi dalam mewujudkan visinya. Ia mengajukan pembaruan infrastruktur teknologi, terutama internet, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi dan media pembelajaran.

“Dengan digitalisasi yang lebih baik, kita dapat memberikan media yang mendukung pengembangan diri masyarakat. Ini menjadi kunci untuk membangun Indonesia yang beradab,” tandas Ganjar, mengakhiri pernyataannya dengan harapan besar terhadap masa depan Indonesia yang lebih baik.

Bagikan:

Tinggalkan komentar