Jelang HUT ke-79 RI, Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN Serahkan Surat Pengunduran Diri

Foto: Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Bambang Susantono, bersama wakilnya Dhony Rahajoe.
Foto: Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Bambang Susantono, bersama wakilnya Dhony Rahajoe.

Jakarta – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Bambang Susantono, bersama wakilnya Dhony Rahajoe, baru-baru ini membuat heboh publik jelang dua bulan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 tahun Republik Indonesia, yang rencananya bakal terlaksana di IKN.

Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe yang dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Maret 2022, kini secara resmi mengumumkan pengunduran diri dari jabatan mereka sebagai Kepala Otorita IKN dan Wakil Kepala Otorita IKN.

Pengunduran diri ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dalam konferensi pers di Kantor Presiden. Dibenarkannya, Presiden Jokowi sudah menerima surat pengunduran diri Bambang Susantono sebagai Kepala Otorita IKN.

“Dibandingkan pak Bambang Susantono, pak Dhony Rahajoe mengajukan pengunduran diri lebih dahulu,” ujarnya, Senin (3/6/2024).

Keputusan Presiden (Keppres) tentang Pemberhentian dengan hormat Bambang Susantono dan Dhony Haharjoe juga telah diterbitkan.

“Lebih lanjut, Presiden Jokowi menunjuk Basuki Hadimoeljono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita IKN dan Raja Juli Antoni sebagai wakilnya,” tuturnya.

Saat ini, Basuki juga menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sementara Raja Juli Antoni adalah Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Berikut, sedikit informasi mengenai Bambang Susantono yang dilantik Kepala Otorita IKN pada Maret 2022 lalu:

Bambang Susantono merupakan pria yang lahir di Yogyakarta, 4 November 1963. Dia adalah lulusan Fakultas Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung dan meraih gelar S2 di dua jurusan di University of California, yaitu tata kota dan teknik transportasi.

Dia terpilih menjadi Kepala Otorita IKN usai mengalahkan kandidat lainnya, seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Azwar Anas, Ridwan Kamis, Bambang Brodjonegoro dan Tumiyono.

Kendati demikian, Bambang bukanlah sosok baru di pemerintahan. Sebab, dia mengawali karirnya sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tepatnya pada tahun 2007 hingga 2010.

Saat itu, ia dipercaya sebagai Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah.

Tak hanya itu, ia pun juga aktif mengajar dan berorganisasi di bidang kajian transportasi.

Lalu di tahun 2009, SBY melantiknya sebagai Wakil Menteri Perhubungan, dan pada 2012 ia menjadi komisaris PT Garuda Indonesia Tbk.

Sedangkan di tahun 2000, ia lulus program doktoral perencanaan infrastruktur dari kampus yang sama.

Setelah membantu pemerintahan, Bambang bergabung dengan Asian Development Bank (ADB) pada 2015 dan menjabat sebagai Vice-President for Knowledge Management and Sustainable Development.

Dengan pengunduran diri keduanya, tongkat kepemimpinan Otorita IKN untuk sementara dipegang oleh Basuki Hadimoeljono dan Raja Juli Antoni.

Share it:

Related Post