Kapal Pengangkut Sembako Meledak di Berau, Kapten dan ABK Dilarikan ke RS Abdul Rivai

Redaksi

Kapal Pengangkut Sembako Meledak di Pelabuhan Samping Masjid Mardatillah Bedungun, Berau, Kalimantan Timur, Jumat (1/3/2024). (Istimewa)
Kapal Pengangkut Sembako Meledak di Pelabuhan Samping Masjid Mardatillah Bedungun, Berau, Kalimantan Timur, Jumat (1/3/2024). (Istimewa)

Berau – Baru-baru ini Kabupaten Berau terjadi peristiwa tragis mengejutkan khalayaknya. Pada Jumat pagi (1/3/2024), terdengar suara ledakan mengerikan dari Pelabuhan Samping Masjid Mardatillah Bedungun.

Peristiwa ledakan kapal juga terekam dalam video oleh beberapa warga, yang kemudian menyebar melalui pesan berantai dan media sosial. Setelah ditelusuri, ternyata benar adanya kapal pengangkut sembako meledak di daerah tersebut.

Menurut saksi mata, Julianto, kapal itu berada di daerah sandar dekat masjid Mardatillah Bedungun. Bahkan getaran akibat ledakan itu dapat terasa olehnya yang tidak jauh tinggal di daerah tersebut.

“Kami langsung berlarian dan merekam kejadian itu,” ungkapnya dikutip dari media TribunKaltim.co.

Tak hanya mengangkut sembako, rupanya kapal itu juga terlihat membawa tabung gas. Namun, informasi soal tujuan kapal ini ke Maratua ataupun Derawan masih simpang siur.

Sementara itu, salah satu petugas PMI Berau, Rio yang langsung menuju ke lokasi mengatakan, kapal tersebut memang membawa sembako.

Infonya masih simpang siur, apakah kapal tersebut menuju Maratua ataupun Derawan.

Rio juga mengatakan untuk korban sudah dibawa semua ke Rumah Sakit Abdul Rivai Berau. Untuk dilakukan assesment dan penanganan awal.

“Kronologi masih dibuat oleh pihak yang berwenang. Untuk korban semuanya sudah diselamatkan. Ada kapten dan ABK,” bebernya.

Berdasarkan keterangan para saksi mata dan petugas PMI Berau, Rio, yang menemukan kapal pembawa sembako itu. Kata dia, kapal ini telah terbakar dan meledak, menimbulkan getaran ledakan terasa oleh warga di sekitar daerah tersebut.

Sayangnya, tragedi ini telah berdampak pada kapten dan ABK kapal. Mereka yang bertugas saat itu, segera dibawa ke Rumah Sakit Abdul Rivai Berau, untuk dilakukan assesment dan penanganan awal.

“Kronologi masih dibuat oleh pihak yang berwenang. Untuk korban semuanya sudah diselamatkan. Ada kapten dan ABK,” tutupnya.

Bagikan:

Tinggalkan komentar