Kecelakaan Tragis di Kota Raja, Mobil Pickup Terbang Hantam Stand Kebab dan Tiang Listrik

Redaksi

Foto : Kondisi stand kebab kota raja dan mobil pickup grandmax rusak parah di Jalan KH. Ahmad Muksin, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Foto : Kondisi stand kebab kota raja dan mobil pickup grandmax rusak parah di Jalan KH. Ahmad Muksin, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kutai Kartanegara – Kecelakaan tragis yang melibatkan mobil pickup Grand Max dengan nomor polisi L 9024 BZ di Jalan KH Ahmad Muksin, Tenggarong, tak hanya menewaskan seorang kernek, tetapi juga menyebabkan tiga karyawan stand kebab Kota Raja luka-luka parah.

Kronologis kejadian terjadi pada pada Sabtu (9/3/2024) sekitar pukul 24.00 WITA. Dimana saat itu kata Ari Fadilah, saksi mata, yang menyaksikan kejadian mencekam itu secara langsung, mengungkapkan bahwa mobil pickup ini melaju dengan kecepatan tinggi.

“Saat itu saya berjalan dengan dua teman saya sehabis membeli roti, saya lihat mobil melaju kencang kira-kira 100 km lebih per jam,” ujarnya.

Mobil berkecepatan tinggi itu tiba-tiba belok kanan dengan membanting stir, menabrak trotoar, dan akhirnya terbang sebelum menghantam tiang listrik serta stand kebab Kota Raja.

“Mobil pickup ini awalnya datang dari arah Tenggarong Kota menuju jembatan dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba banting stir,” bebernya.

Kejadian tragis tengah malam di Kota Raja ini pun menyisakan trauma mendalam. Dan, menyebabkan sopir mobil mengalami luka berat, dan kerneknya meninggal dunia di tempat kejadian.

Tak hanya itu, ketiga karyawan stand kebab juga mengalami luka-luka yang cukup serius. Bahkan menurut informasi yang didapatkan, karyawan wanita yang berada di depan stand kebab diperkirakan mengalami patah tulang.

Akibat insiden ini, mereka segera dilarikan ke Rumah Sakit Aji Muhammad Parikesit untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Yuni, pemilik stand kebab Kota Raja, turut menyampaikan keprihatinannya atas nasib ketiga karyawannya, yang mengalami luka-luka yang cukup serius.

“Kasihan ketiga karyawan kami harus mengalami luka-luka. Apalagi karyawan wanita kami yang jaga didepan kemungkinan mengalami patah tulang,” terangnya.

Atas dasar itu, Yuni, mengharapkan adanya tanggung jawab dari pemilik mobil atas biaya pengobatan karyawannya dan kerusakan stand yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

“Saya harap pemilik mobil tersebut bisa bertanggung jawab,” harapnya.

Kini, keluarga dan teman-teman korban menanti perkembangan kondisi karyawan yang tengah berjuang melawan luka-luka mereka.

Sementara itu, pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan resmi mengenai penyebab kecelakaan, namun penyelidikan awal menunjukkan bahwa kecepatan tinggi mungkin menjadi faktor utamanya.

Bagikan:

Tinggalkan komentar