Lahan Kelapa Sawit di Desa Bukit Jering Dilalap si Jago Merah

Redaksi

Karhutla terjadi di area perkebunan kelapa sawit milik PT Prima Mitrajaya Mandiri. Tepatnya di Desa Bukit Jering, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pada Kamis (29/2/2024).
Karhutla terjadi di area perkebunan kelapa sawit milik PT Prima Mitrajaya Mandiri. Tepatnya di Desa Bukit Jering, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pada Kamis (29/2/2024).

Kutai Kartanegara – Si jago merah kembali berulah, kali ini yang jadi sasarannya adalah 50 hektare lahan kelapa sawit di Desa Bukit Jering, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi pada Kamis (29/2/2024), pukul 17.15 WITA. Saat itu, PT Prima Mitrajaya Mandiri (PMM) memberikan laporan telepon kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara tentang kebakaran yang melanda perkebunan sawit miliknya.

Mendengar laporan itu, Abdal selaku Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara, menyatakan, tim yang ditugaskan langsung menyiapkan peralatan dan berangkat menuju lokasi kejadian pada pukul 19.00 WITA.

“Setelah laporan masuk, tim yang ditugaskan langsung menyiapkan peralatan dan segera berangkat,” ujarnya, Sabtu (2/3/2024).

Tim yang beranggotakan para petugas ini, dilengkapi dengan peralatan semi mekanis seperti mesin sibaura, selang, Y connection, nosel spray, nosel jet, dan jeriken. Mereka menggunakan mobil double cabin, truk kajama, dan truk tangki suplai 5.000 liter.

Sesampainya di lokasi, tim BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara menemukan bahwa lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut dan area kelapa sawit. Meskipun belum bisa memastikan luasnya, pihak BPBD menyebut bahwa kondisi api sudah semakin meluas dan membakar area sekitarnya.

Pemadaman terus berlangsung hingga pukul 01.00 WITA. Abdal membeberkan, BPBD dan PT PMM masih terus melakukan pemantauan di lokasi untuk melihat perkembangan situasi. Meskipun sebagian besar api sudah berhasil dipadamkan, mereka tetap khawatir bahwa api akan muncul kembali.

Upaya pemadaman yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara mengandalkan sumber air dari paritan sekat perkebunan sawit. Meskipun demikian, tetap diperlukan pemantauan untuk menghindari kemungkinan munculnya titik api baru.

Selain itu, penyebab kebakaran ini pun masih harus didalami lebih lanjut agar langkah-langkah pencegahan dapat diambil di masa depan.

“Tapi masih sambil memantau, dikhawatirkan api akan muncul lagi,” tegasnya, dikutip dari Tribun Kaltim.

Bagikan:

Tinggalkan komentar