Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Tepi Mahakam, Diperkirakan sudah Mengapung 3-4 Hari

Redaksi

Foto: Proses evakuasi jasad Mr X yang ditemukan mengambang di Dermaga Mahakam Ulu, Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Minggu (10/3/2023). (Istimewa)
Foto: Proses evakuasi jasad Mr X yang ditemukan mengambang di Dermaga Mahakam Ulu, Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Minggu (10/3/2023). (Istimewa)

Samarinda – Pelabuhan Mahakam Ulu yang terletak di Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) baru saja dibuat heboh dengan adanya penemuan mengerikan seorang mayat pria yang tidak diketahui identitas aslinya.

Kejadian ini terjadi pada Minggu (10/3/2024), dimana jasad yang diperkirakan berusia 40 tahunan itu pertama kali ditemukan seorang pekerja pelabuhan yang baru saja selesai melakukan bongkar barang dari Kapal Ferry.

Dikutip TribunKaltim. Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Polairud Kompol Izdiharudin Faris, menyatakan bahwa korban masih berstatus Mister X atau tanpa identitas yang jelas.

Awalnya kata Kapolresta Samarinda, para saksi mata ini, saat di lokasi, mengira bahwa sosok yang mengapung merupakan boneka. Namun kenyataannya, itu jasad manusia ketika diperhatikan secara saksama.

Mayat itu ditemukan sudah dalam kondisi mengelupas akibat pembengkakan. Hanya celana kolor abu-abu yang masih melekat pada tubuhnya.

“Hampir hanyut lagi. Akhirnya diikat sama saksi mata supaya tidak menjauh,” ujarnya.

Saat ini, pihak berwajib masih melakukan koordinasi dengan Polsek jajaran untuk mencari tahu apakah ada laporan kehilangan anggota keluarga yang sesuai dengan ciri-ciri korban.

Hanya 30 menit setelah evakuasi, seorang pemuda dari Harapan Baru muncul, menduga bahwa jasad Mister X itu adalah orangtuanya yang hilang sejak tiga hari lalu.

“Kami suruh pastikan ke rumah sakit untuk mengetahui lebih jelasnya,” tambah Kompol Izdiharudin Faris.

Sebelumnya, Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Efendi, melaporkan bahwa penemuan tragis ini diterima pada pukul 12.45 Wita.

Dia juga membenarkan, jasad korban hampir hanyut, tetapi para anak buah kapal (ABK) yang berada di dermaga dengan sigap segera mengikat kaki korban, mencegahnya terbawa arus sungai.

Evakuasi pun dilakukan dengan penuh kehati-hatian, dan pada pukul 14.00 Wita, jenazah korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD Inche Abdoel Moeis, Samarinda, untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.

“Usia diperkirakan 40 tahunan. Dari kondisi jasadnya, korban sudah tenggelam selama 3-4 hari,” bebernya.

Bagikan:

Tinggalkan komentar